Once Upon a Tower Review

By | July 22, 2019

Seorang putri yang cantik ditangkap oleh seekor naga yang jahat, dan naga tersebut telah mengurungnya di atas sebuah menara yang tinggi sekali. Tapi, jangan khawatir, ada seorang ksatria perkasa, yang membawa senjata sakti, siap untuk menyelamatkan sang putri. Begitu dia mencapai penjara sang putri, sebelum sempat menjebol jendela yang mengurung putri tersebut, dia pun dicaplok oleh sang naga dan jadilah snack yang lezat. Senjata saktinya pun terlempar ke dalam penjara sang putri, dan sang putri kini tidak lagi memiliki penyelamat… Tamatlah riwayat sang putri.

entu saja, kisahnya tidak akan berakhir seperti itu. Sang putri yang kini telah memungut senjata sakti milik ksatria malang tersebut kini memiliki kemampuan untuk menjebol menara penjara yang telah mengurungnya, dan juga mendapatkan kemampuan untuk membasmi para monster yang menjaga menara tersebut. Itulah kisah yang dibawakan oleh game Once Upon a Tower buatan Pomelo Games yang menarik ini.

Tujuan utama dari Once Upon a Tower adalah untuk keluar dari menara penjara milik naga jahat, yang berarti pemain harus mengendalikan sang putri ke arah bawah, terus menjebol lantai, dan menerobos para monster untuk mencapai level berikutnya. Pengendalian permainan benar-benar sederhana. Hanya perlu melakukan swiping ke arah kiri, kanan, atas, atau pun bawah. Melakukan swipe ke arah kiri dan kanan adalah untuk menggerakkan sang putri ke kiri atau ke kanan, sementara melakukan swiping ke arah atas untuk menghantam sesuatu di atasnya, dan melakukan swipe ke arah bawah untuk menjebol lantai. Sang putri akan menyerang monster juga apabila dia mendarat di samping monster, dan pemain melakukan swipe ke arah monster tersebut.

Seperti yang sudah disebutkan, ada banyak rintangan yang siap menghalangi sang putri saat melarikan diri dari menara penjara tersebut. Mulai dari para monster yang menghalangi, rintangan yang bisa menembak, monster yang bisa menyerang, dan masih banyak lagi. Pemain juga harus senantiasa awas dengan jendela di pinggir menara, karena sang naga jahat terkadang bisa terbang mendekat untuk menempel di jendela tersebut dan menyemburkan api ke dalam.

Sang putri tidak memiliki HP sama sekali, sehingga sekali tersentuh oleh musuh atau pun terbakar tembakan api akan langsung membuatnya tewas. Tapi, untungnya, dia sangat jago mendarat, sehingga apabila jatuh dari tempat yang tinggi, tidak akan membuatnya cedera sama sekali.

Sepanjang permainan, sang putri bisa ditemani oleh pet, bisa juga membeli berbagai macam barang untuk membantu dalam perjalanannya menuju dasar menara. Misalnya, parasut agar lompatan ke bawah menjadi lebih terkendali, atau pun membeli bom untuk meledakkan bagian dari level.

Baca juga:   Six-Guns: Gang Showdown Review

Uang yang tidak tergunakan dalam permainan, akan dikumpulkan menjadi satu ke dalam sebuah botol. Botol ini apabila sudah terisi penuh, akan meng-unlock seorang karakter princess baru secara acak. Pada awalnya, pemain hanya bisa mengendalikan Princess Ada saja. Namun, nantinya akan ada banyak princess yang bisa dimainkan, seperti Sigrid sang princess Viking, Dalilah sang princess Mesir, Noriko sang Samurai Princess, dan masih banyak lagi. Semuanya unik.

Pemain juga akan diberikan tantangan selama bermain. Ada tantangan untuk menghancurkan sejumlah batu, mengalahkan sejumlah musuh, atau pun menyelesaikan stage. Dengan adanya tantangan dan macam-macam karakter ini menjadikan Once Upon a Tower asyik untuk dimainkan kapan saja.

Secara grafis, Once Upon a Tower tampil secara cantik dan memiliki animasi yang cukup bombastis. Sang putri tampil secara chibi dan tidak memiliki mulut, namun tidak mengurangi penampilannya yang tampak badass. Efek-efek partikel yang dihadirkan cukup memakan memori ponsel, dan apabila kurang kuat, akan menjadikan game-nya agak berat. Selain itu, efek sampingnya adalah pengendalian karakter yang menjadi kurang akurat. Terkadang, sang putri tidak mau bergerak meski pun pemain sudah melakukan swiping karena sedang ada efek heboh di layar. Akibatnya, tentu saja, adalah kematian karena gagal bergerak dengan cepat.

Once Upon a Tower merupakan sebuah game free-to-play yang bisa dimainkan kapan pun, karena memang tidak memiliki sistem stamina dan juga tidak butuh Internet untuk dimainkan. Tidak ada mikrotransaksi sama sekali di dalam game-nya. Gangguan utama ketika memainkan game ini yakni adanya video iklan yang sesekali memaksa muncul dan mengganggu permainan. Oleh karena itu, sebaiknya Internet dimatikan saja. Pemain juga bisa menonton video iklan untuk mendapatkan Wheel of Fortune yang kadang memberikan hadiah-hadiah unik.

Bagi Anda yang memiliki ponsel pintar kelas menengah ke bawah dengan spesifikasi hardware yang kurang memadai, rasanya game ini harus dilewatkan. Ini disebabkan kebutuhan spesifikasi hardware yang tinggi dari game-nya, yang mengakibatkan ponsel pintar dengan spesifikasi hardware rendah akan membuat permainan menjadi agak tersendat. Namun, secara garis besar, Once Upon a Tower ini merupakan sebuah game action yang seru dan menantang untuk dimainkan.

Download: Once Upon a Tower

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *