Tentang Bahan untuk jilbab atau kerudung.

By | June 2, 2019

Di pasaran saat ini banyak sekali dijual berbagai jenis jilbab atau kerudung. Terkadang kita kesulitan untuk membedakan jenis bahan yang digunakan itu apa ? Apa nama bahannya ? Terus kelebihannya apa ? Perasaan sama aja ya. Cara pakainya bagaimana? Perawatannya susah apa mudah? Terus sering juga para penjual menyebutkan dengan istilah bahan super atau great quality. Nah, itu maksudnya apa lagi ya. Tambah bingung, hehehe .

Lain jenis, beda bahan , beda juga harganya. Semakin bagus bahannya otomatis, semakin mahal jilbab atau kerudungnya.

Namun, sebagian orang tidak mengutamakan bahan atau kualitas bahannya, yang penting nyaman dipakai dan terjangkau di kantong. Apalagi kalo Emak-emak superhemat yang belanja. Harga yang didahulukan, model, kenyamanan baru deh bahannya.

Pokoknya yang penting gonta-ganti dan gayanya gak ketinggalan. Mau jilbab atau kerudung apa saja, pasti punya. Jilbab Gotik, Syarini, Dua layer, Dobel hycon atau apalah namanya pokonya punya .

Oke deh, buat Mommy yang gak mau ketinggalan gaya dan maunya selalu up date. Soal bahan atau jenis kainnya gak masalah ya. Yang penting terjangkau. Namun ada baiknya kita juga mengetahui jenis bahan jilbab atau kerudung tersebut. Supaya lebih tahu dan paham. Kalo sudah paham, nanti kalo belanja gak bakal kena tipu apalagi seolah beli jilbab atau kerudung dalam karung. Manut aja sama penjualnya pas ditawarin atau pas kita tanya nama bahannya apa, kita percaya aja. Gak boleh begitu ya, jangan-jangan ntar kejadian harusnya harga jilbab atau kerudungnya murah bisa jadi kena di kita harganya mahal, rugi kan!

Jenis-Bahan-Untuk-Hijab

Baiklah kali ini saya mau berbagi dengan Mommy sekalian mengenai bahan atau jenis jilbab dan kerudung yang biasa digunakan di pasaran.

1. SIFON atau CHIFFON

Jenis kain kerudung ini terbuat dari bahan dasar kapas, sutra dan serat sintetis. Jenis kain kerudung ini memiliki sifat tipis, licin dan panas ketika digunakan untuk bahan kerudung jika tidak ada kombinasi lain dalam desain kerudung itu sendiri, biasanya kain jenis ini dalam pemakaian nya di ikuti oleh ciput dari bahan kaos.

Meskipun demikian bahan kain kerudung ini cukup banyak di gemari oleh kaum hawa karena sifatnya yang ringan dan nge-stream. Kain sifon juga mempunyai banyak jenis diantaranya sifon polos ( yang biasanya terbuat dari bahan polyster/minyak bumi ) dan jenis sifon cerutti ( dari bahan sutra ). Kain sifon merupakan kain yang sangat ringan yang bisa terbuat dari katun, sutra ataupun benang sintetis.

Sifon dibuat secara eksklusif dari serat sutra. Sejak awal 1950-a, pemakaiannya menjadi lebih luas karena seratnya lebih kuat dan harganya relatif terjangkau dibanding sutra murni. sifon sutra ini sangat perlu perhatian khusus karena mudah sobek. Seiring dengan perkembangan teknologi, bahan ini play on words mengalami metamorfosis. Bahkan, seorang awam akan sangat sulit membedakan antara satu variasi bahan dan bahan lain tanpa pengarahan khusus.

Secara umum sifon terdiri dari silk chiffon, poly chiffon, dan mix chiffon. Kerudung jenis Chiffon ini sangat mudah dikreasikan menjadi berbagai macam gaya namun membutuhkan pin, jarum pentul atau peniti untuk membuat kerudung tidak mudah lepas. Selain ini jenis Chiffon ini juga theme nya banyak lucu dan unik, yang dapat disesuaikan dengan gaya santai, easygoing maupun ke pesta.

Banyak bergo yang berbahan chiffon. Baik chiffon two tone ataupun chiffon crepe. Meskipun agak panas, tapi bergo chiffon dapat dijadikan elective buat acara yang lebih semi formal. Bila memilih bergo chiffon ini lebih baik sesuaikan dengan bahan busana. Chiffon sekarang ini banyak ditemui untuk pashmina dan terdapat dalam bentuk bermotif maupun polos.

Kelebihan : Hijab berbahan sifon akan memberikan kesan elegan bagi orang yang memakainya, sehingga cocok digunakan untuk menghadiri acara semi-formal dan formal. Kekurangan : Bahan ini tidak cocok untuk digunakan saat cuaca panas dan cepat kusam

2. HYCON

Kalo sekilas di lihat kain kerudung ini tak terlihat berbeda dengan jenis kain kerudung sifon, kain kerudung sifon lebih licin dari kain kerudung hycon, akan tetapi jenis kain kerudung ini memiliki sifat lebih lembut di bandingkan dengan jenis sifon, biasanya dalam pemakainya kerudung ini di tambahkan ciput sebelum di lapisi kerudung hycon. Desain jilbab atau kerudung jenis bisa juga dibuat dengan istilah twofold hycon. Maksudnya dibuat dua lapis. Hicon sendiri memiliki ciri serat kain lebih rapat dibanding kain paris kw1, lebih lembut dan halus, tidak licin, bahannya play on words “jatuh” tidak “ngembang”.

3. VOILE

Jenis kain kerudung ini memiliki sifat hampir sama dengan bahan kerudung hycon, yaitu sama – sama memiliki sifat halus dan lembut, kain kerudung ini sangat cocok di gunakan waktu siang hari dan penggunaannya play on words harus menggunakan dalaman, seperti ciput atau ninja, meskipun demikian jenis kain kerudung ini memiliki sifat tidak lentur. Kain kerudung jenis ini terbuat dari bahan kapas tapi ada juga yang menggunakan bahan dasar rayon, sutra maupun polyester. Kelebihan : Bahannya halus dan lembut sehingga sangat nyaman dipakai dan cocok digunakan pada siang hari. ekurangan : Bahannya tidak lentur sehingga sulit untuk dikreasikan.

Baca juga:   Inilah Gaun pengantin yang paling mahal

.

4. SUTRA

Kain kerudung ini memiliki sifat tipis dan lembut sehingga kain kerudung jenis ini tergolong cukup mahal di bandingkan dengan kain kerudung jenis lain. Kelebihan : Sutra merupakan bahan yang sangat nyaman untuk digunakan sebagai hijab karena bahannya yang dingin dan lembut. Hijab berbahan sutra cocok untuk digunakan sehari-hari maupun ke pesta. Kekurangan : Mudah kusut, mudah luntur dan membutuhkan perawatan khusus agar bisa tahan lama.

5. SPANDEK

Kain jenis ini juga cukup mudah dalam expositions pencuciannya, jenis kain kerudung ini banyak jenisnya dan yang withering menarik dari jenis kain ini adanya efek mengkilap, meskipun tidak semua jenis kain kerudung spandek memiliki efek mengkilap. Spandek adalah bahan kain yang terbuat dari unsur non alami. Kainnya halus, lentur dan lembut. Kadang spandek ada unsur sutranya, orang sering sebut Spandek Sutra. Karena bahannya halus, lembut dan nyaman, spandek harganya relatif mahal. Jilbab yang terbuat dari Spandek relatif mahal dibanding dengan jilbab lainnya. Ciri-Ciri kain spandeks yang withering menonjol adalah sifatnya yang lebih elastis. Keuntungan kaos dengan bahan spandeks adalah dapat dipakai dalam berbagai situasi, terlebih untuk orang yang banyak bergerak. Kelebihan : Hijab dengan bahan spandek yang bagus memiliki kemampuan menyerap keringat yang sangat baik, sehingga tetap nyaman untuk digunakan saat cuaca panas. Teksturnya yang sangat elastis membuat hijab berbahan spandek lebih mudah untuk dibentuk dan dikreasikan sesuai dengan keinginan. Kekurangan : Bahan ini akan mudah melar jika dicuci dengan cara yang tidak benar.

6. CERUTY

Jenis kain ini memiliki tekstur yang elastis, karena dalam bahan dasarnya kain ini mengandung bahan sutra yang lembut, sehingga kain kerudung jenis ini memberikan kesan mewah dan elegan, tekstrur kain kerudung ini seperti kulit jeruk.

7. HIGET

Higet adalah kain yang berbentuk kaos. Bentuknya tipis dan sedikit kasar. Harganya relatif murah, sehingga banyak digunakan sebagai kaos kampanye atau jilbab kampanye. Banyak sekali Parpol yang pesan untuk diberikan kepada konstituennya. Karena bahannya yang tipis dan kadang mengkerut jarang orang yang memakai untuk acara formal.

8. RAYON

Rayon adalah bahan dari unsur bahan pants dari bahan non alami. Bahannya memiliki kelenturan dan relatif tebal. Bahan rayon yang sering digunakan untuk jilbab adalah rayon gerimis dan rayon super. Hasil akhirnya mirip dari PE atau TC. Kelebihan : Hijab berbahan rayon nyaman dan sangat cocok dipakai ketika cuaca panas karena kemampuannya yang baik dalam menyerap keringat. Selain itu, bahan ini juga sangat cocok untuk dipakai sehari-hari karena kesannya yang easygoing. Teksturnya juga mudah untuk diatur dan dikreasikan sesuai dengan keinginan. Kekurangan : Bahan ini mudah kusut dan terkadang luntur saat dicuci. Jika digunakan terlalu lama, hijab berbahan rayon juga dapat menimbulkan bau tidak sedang karena menyerap keringat.

9. PE atau POLY ETHILENE

PE atau Poly Ethilene adalah sejenis bahan kaos non alami yang populer digunakan sebagai bahan jilbab. Kainnya umumnya relatif tebal, halus dan lembut. Karena keunggulan tersebut banyak digunakan untuk membuat jilbab, khususnya jilbab yang ukurannya relatif besar.

10. TC atau TETERON – COTTON

TC atau Teteron-Cotton adalah bahan kaos yang terbuat dari campuran PE (65%) dan Cotton (35%). Bahannya kesat dan menyerap panas meskipun tidak selembut PE. Bahan TC ini seperti halnya PE, banyak digunakan untuk membuat jilbab yang ukurannya relatif besar.

11. KAOS

Kerudung dengan bahan kaos sangat laku di pasaran, Bahan dasar kain kerudung ini yaitu katun atau serat kapas alam. Bahan kaos Della dengan karakter kain jatuh, adem, elastis, nyaman dipakai. biasanya dipakai untuk bahan jilbab gigantic karena karakter kainnya yang adem. Bahan kaos terkenal cukup elastis dan mudah menyerap keringat. Jilbab berbahan kaos nyaman dipakai tapi sangat mudah kendur. Agar jilbab berbahan kaos lebih awet, sebaiknya menghindari pengkucekan secara berlebihan saat mencuci – jilbab juga akan lebih awet jika tidak terlalu sering dicuci. Kelebihan : Kaos merupakan salah satu bahan hijab yang nyaman digunakan sehari-hari dan saat cuaca panas. Bahan ini juga mudah dibentuk menjadi beragam model hijab, dan tidak luntur saat dicuci. kekurangan : Bahan kaos mudah melar setelah dicuci berulang kali.

12. RAJUT

Kerudung atau jilbab juga bisa dibuat dari kain rajut, pembuatan kain rajut ini berasal dari benang kemudian langsung dirajut dengan mesin rajut. Yang membedakan kualitas kain rajut adalah bahan benang yang dipakai untuk merajut kainnya ada yang memakai benang PE ada juga yang pakai benang Rayon. Yang memakai benang Rayon lebih bagus. Kadang juga kain rajut memakai istilahnya dengan benang perak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *